Privacy Policy

Dalam laporan penelitian kualitatif ini, saya menguji kembali asumsi ilmiah dan kebijakan yang dominan mengenai globalisasi, pembangunan, dan peran bahasa. Data dalam artikel ini berasal dari proyek "Skilled Migration and Global English: Language, Development, and the African Professional" yang dilakukan antara Februari 2010 sampai 2011b. Sekelompok ilmuwan multidisipliner dari universitas berikut bekerja sama dengan saya dalam memperoleh data: Universitas Bristol, Leeds, dan York (Inggris); Universitas Sydney (Australia); Universitas Cape Town (Afrika Selatan), dan Universitas Wisconsin dan Washington (AS). Fokus penyelidikan kami adalah bagaimana kemampuan bahasa memfasilitasi kesuksesan para migran terampil dalam profesi mereka di masyarakat tuan rumah dan, pada gilirannya, mempengaruhi kontribusi produktif untuk kegiatan pembangunan.

Penelitian ini berfokus pada negara tujuan yang berbeda (Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Afrika Selatan) di mana bahasa Inggris adalah bahasa nasional yang dominan. Subjek wawancara berasal dari sub-Sahara Afrika. Kami memilih untuk fokus pada migran terampil Afrika, karena penelitian menunjukkan bahwa mereka kurang terorganisir daripada para migran dari negara berkembang lainnya dan negara-negara melihat (Kuznetsov 2006). Profesional terlatih didefinisikan sebagai mereka yang memiliki gelar sarjana muda atau sebanding, dan bekerja dalam profesi yang membutuhkan keterampilan yang dipercaya.

Informan berasal dari berbagai profesi, terutama dari bidang pendidikan, perawatan kesehatan, dan manajemen. Untuk keperluan pengumpulan data, para pekerja lapangan berfokus pada pengaturan perkotaan yang dekat dengan universitas mereka. Studi ini melibatkan total 66 peserta, meskipun transkrip hanya 60 digunakan dalam analisis karena yang lain harus ditolak karena berbagai alasan prosedural. Tujuan pengumpulan data adalah untuk mendapatkan narasi dan pendapat yang mendalam mengenai cara para migran terampil menegosiasikan perbedaan bahasa dalam hubungan antar masyarakat. Metode penelitian ini melibatkan wawancara tatap muka, telepon, dan email. Semua wawancara tatap muka dan telepon dicatat secara audio dan ditranskripsikan. Setiap wawancara berlangsung sekitar 45 sampai 90 menit. Dari 60 peserta yang termasuk, 21 adalah betina. Mereka berasal dari negara berikut: Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Ghana, Malawi, Nigeria, Sierra Leon, Sudan, Tanzania, Uganda, dan Zimbabwe. Meskipun saya terbuka terhadap fakta bahwa migrasi yang terampil bersifat jangka pendek dan sementara, sebagian besar subjek dalam penelitian ini telah bekerja di negara tuan rumah selama 2-5 tahun.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.